Home » » Naluri Binatang Mulai Dijadikan Salah Satu Sistem Peringatan Dini Bencana

Naluri Binatang Mulai Dijadikan Salah Satu Sistem Peringatan Dini Bencana

Korea Utara menyarankan warga negaranya untuk menggunakan hewan peliharaan mereka sebagai sistem peringatan dini untuk bencana alam gempa bumi. Pengumuman ini muncul pasca terjadinya gempa bumi dan gelombang tsunami yang memporakporandakan Jepang.

Bencana alam yang melanda Jepang cukup memberi pelajaran. Pemerintah di seluruh dunia kini berfokus pada penciptaan sistem peringatan dini yang paling efektif untuk melindungi warga dari kemungkinan terburuk bencana alam.


http://www.dogbreedinfo.com/art/horses1Art.jpg



Seperti diketahui, gempa bumi dan gelombang raksasa yang terjadi 11 Maret lalu di Jepang telah memakan lebih dari 18.000 orang korban jiwa.

Meski pemerintah di Pyongyang telah mensosialisasikan kepada warga negara terkait teknologi tersebut, pemerintah melalui media tetap mendesak warga untuk memelihara hewan peliharaan. Perilaku aneh hewan peliharaan akan menjadi sistem peringatan dini yang relatif akurat.

Harian Rodong Sinmun edisi Minggu, yaitu surat kabar milik Juche republic atau partai tunggal yang berkuasa di negara komunis itu, memperingatkan bahwa seluruh warga negara harus waspada jika melihat anjing menggonggong tak henti-henti.


http://www.dogbreedinfo.com/images17/NorthernInuitDogFreya14wks.JPG

Pertanda lain adalah ketika sapi menolak untuk makan, atau kuda yang terus berputar-putar. Naluri binatang-binatang tersebut dinilai pemerintah Korea Utara lebih akurat ketimbang sistem peringatan dini lain.

Bukti kehandalan perilaku binatang dalam memprediksi bencana gempa memang layak dipertimbangkan. Hal ini terbukti pada bencana tsunami besar sekitar 7 tahun silam.  

National Geographic melaporkan, saat terjadi bencana tsunami di Samudera Hindia di tahun 2004, banyak spesies yang selamat karena berhasil melarikan diri sebelum bencana.

Ketika itu, dilansir nationalgeographic.com, gajah sontak berlari ke tempat yang lebih tinggi, anjing menolak keluar dari ruangan, dan burung bangau rela meninggalkan dataran rendah tempat mereka biasa berkembang biak demi keselamatan.

http://www.biology-blog.com/images/blogs/3-2007/the-majestic-elephants-of-southern.jpg

"Kepercayaan bahwa binatang liar memiliki indra keenam, bahkan mungkin sebelum manusia ada, telah ada sejak ribuan abad silam," kata majalah tersebut. Diduga frekuensi rendah sinyal elektromagnetik dari perut bumi dapat ditangkap oleh hewan untuk berperilaku tidak biasa sebelum gempa bumi terjadi.

http://media.onsugar.com/files/2011/02/08/5/1444/14441776/16/WhoopingCranesflying.jpg

Di samping mengandalkan kepekaan binatang peliharaan, stasiun TV Korea tetap menyiarkan serangkaian program tentang bagaimana cara mengantisipasi bencana gempa.

Program tersebut secara detail akan menjelaskan mulai dari sirine dan lonceng darurat dibunyikan dan mengimbau warga untuk bergerak ke ruang terbuka, seperti taman kota, hingga situasi kondusif.
(Sumber)

4 pendapat:

  1. Jangan-jangan di masa dpn nanti alrm kebakaran diganti dengan suara jangkrik...??

    BalasHapus
  2. @Altair, hehehe. Benar juga ya, makasih yo

    BalasHapus
  3. @Fahri : wah nice info sob. Menarik nih bwt tugas karya tulis gw. Hehe. Btw blog ini dofollow ya. Izin dapet backlink gratis ya sobat. :D
    http://yugo21.blogspot.com

    @Altair : hhehe. Gw suka gaya loe..

    BalasHapus
  4. @Yugo, hehehe, iya nih gan, mksih bnyak ya

    BalasHapus

Silahkan menuliskan komentar anda, jangan sungkan-sungkan, karena blog ini sudah "do follow", tetapi patuhi peraturan yang berlaku. Dimohon untuk klik +1 di atas demi keuntungan bersama. Dilarang berkomentar hal-hal yang negatif, kasar, berbau porno, mengandung SARA, Spam, dan sebagainya. Dimohon untuk tidak mencantumkan link hidup pada komentar.

Terima kasih, komentar anda sangat berarti untuk Fahri's Articles.