Home » , » Setelah 19 Tahun, Monas akan 'Dimandikan' Lagi

Setelah 19 Tahun, Monas akan 'Dimandikan' Lagi



Jakarta - Tahukah Anda kapan terakhir kali Monumen Nasional (Monas) dimandikan? Jawabannya, tahun 1992. Setelah 19 tahun tidak mandi, tugu dengan ketinggian lebih kurang 98 meter ini akan kembali dibersihkan sebagai langkah perawatan.

Menurut Kepala Unit Pengelola Monas Rini Hariyani, sejak didirikan 50 tahun lalu, Monas baru sekali dibersihkan secara utuh pada tahun 1992. Saat itu, Monas dibersihkan oleh Karcher sebuah perusahaan dari Jerman yang menawarkan untuk membersihkan badan tugu itu.

"Nah kebetulan tahun ini genap 50 tahun usia Monas, Karcher melalui bagian corporate social responsibility (CSR) perusahaan itu kembali menawarkan pembersihan Monas dalam waktu dekat ini," kata Rini kepada detikcom, Rabu (28/9/2011).

Rini mengatakan, pembersihan ini tidak bisa dilakukan begitu saja. Harus ada kajian konstruksi bangunan yang dilakukan terlebih dulu oleh tim Karcher bersama tim dari Pemprov DKI Jakarta.

"Rencananya tim akan datang pada 26 Oktober nanti. Tim ini akan meneliti dulu kondisi dan struktur bangunan karena pasti kondisinya berbeda pada tahun 1992 sebelumnya," katanya.

Mengenai teknik pembersihan secara detail Rini belum mengetahui pasti. Yang jelas menurutnya, tubuh Monas akan disemprot menggunakan air panas.

"Teknik jelasnya itu tim yang akan meneliti. Pada pembersihan pertama 1992, itu memang mereka menggunakan air panas. Nah untuk tahun ini belum bisa dipastikan juga apakah akan menggunakan air panas kembali atau tidak, semua bergantung hasil kajian nanti," tambahnya.

"Yang pasti, karena ini bangunan cagar budaya, makanya harus dijaga. Sehingga tidak bisa langsung diputuskan (untuk dibersihkan)," tegas Rini.

Rini menambahkan, dalam rentang waktu 1992 hingga kini, pihaknya juga pernah membersihkan Monas. Tepatnya kapan, Rini mengaku lupa karena tidak memegang data.

"Tapi pembersihan yang kita lakukan tentu sekadarnya yang kita mampu saja. Karena pembersihan dengan teknik seperti ini memaang butuh biaya yang besar," jelasnya.

Rini mengatakan, baik Pemprov DKI maupun pengelola tidak mengeluarkan biaya sedikit pun untuk membersihkan Monas. Semua biaya ditanggung CSR dari Karcher.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Pemprov DKI Jakarta, Arie Budhiman, juga menyambut gembira rencana pemandian tugu yang memiliki puncak berupa emas seberat 50 kilogram itu.

"Itu memang bagian dari pemeliharaan saja," kata Arie.

Saat proses pembersihan dilakukan, Arie berharap kegiatan terbuka untuk umum. Karena menurutnya, aksi itu tentu akan menarik minat masyarakat.

"Ini akan menjadi atraksi tambahan. Pasti ini akan ditonton karena itu menarik," tutup Arie(lia/vit)

(Sumber)

0 pendapat:

Poskan Komentar

Silahkan menuliskan komentar anda, jangan sungkan-sungkan, karena blog ini sudah "do follow", tetapi patuhi peraturan yang berlaku. Dimohon untuk klik +1 di atas demi keuntungan bersama. Dilarang berkomentar hal-hal yang negatif, kasar, berbau porno, mengandung SARA, Spam, dan sebagainya. Dimohon untuk tidak mencantumkan link hidup pada komentar.

Terima kasih, komentar anda sangat berarti untuk Fahri's Articles.